Bahlil Sebut RI Sudah Kantongi Ratusan Triliun Investasi IKN

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia Memberikan Keterangan Pers Mengenai Realisasi Investasi PMA & PMDN Triwulan III (Juli-September) Tahun 2022, Senin (24/20/2022). (Tangkapan Layar via Youtube BKPM)

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahaladia mengungkap sejumlah investor kakap yang sudah menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di Ibu Kota Negara.

Berbicara dalam konferensi pers, Senin (24/10/2022), Bahlil menyebut investor yang dimaksud adalah Uni Emirat Arab (UEA). Negara tersebut sudah menyatakan komitmen untuk berinvestasi di lokasi Ibu Kota Nusantara.

“Kami targetkan 2022 ini ada secercah harapan, karena mereka masuk di IKN yang sudah firm itu US$ 20 miliar [setara Rp 312 triliun dengan kurs Rp 15.600/US$] dan sudah masuk beberapa investasi di IKN,” kata Bahlil.

Bahlil sendiri tidak mengungkap secara rinci siapa saja investor yang akan menanamkan modalnya di IKN. Namun, menurutnya, Indonesia setidaknya bisa mengantongi dana investasi hingga Rp 200 triliun.

“Angkanya enggak mengecewakan, artinya minimal Rp 200 triliun. Itu bisa kita wujudkan dalam pembangunan IKN di tahap pertama,” katanya.

Bahlil menjelaskan pembangunan IKN sendiri memang membutuhkan dana lebih dari sektor swasta untuk pembangunan IKN. Apalagi, pembangunan mega proyek tersebut tak bisa sepenuhnya dibiayai oleh kas keuangan negara.

“Total investasi IKN Rp 500 triliun lebih, 20% dari APBN selebihnya investasi,” katanya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*