Baru Private Placement, Boy Thohir Langsung Jual Saham ESSA

Boy Thohir

Pengusaha Garibaldi ‘Boy’ Thohir tercatat melepas sebagian kecil kepemilikan saham di PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). Padahal, Boy baru saja ikut menambah kepemilikan di emiten produsen amonia dan kilang LPG lewat private placement pada Februari lalu.

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang diterbitkan pada Jumat (3/3/2023), kepemilikan Boy Thohir di ESSA berkurang 3,85 juta saham atau setara dengan 0,35% dari sebelumnya 1,10 miliar saham.

Dengan demikian, per 2 Maret 2023, Boy Thohir menggenggam total 1,09 miliar saham atau setara dengan 6,05% dari total saham ESSA.

Belum diketahui lebih jauh soal rincian pelepasan saham, terutama soal harga dan alasan penjualan saham oleh Boy Thohir tersebut.

Namun, apabila menggunakan asumsi harga saham ESSA di pasar reguler pada 2 Maret di posisi Rp1.035/saham, Boy Thohir memperoleh dana penjualan Rp3,98 miliar.

Sebelumnya, abang dari Menteri BUMN Erick Thohir tersebut bersama pengendali sekaligus Presiden Direktur ESSA, Chander Vinod Laroya, ikut dalam aksi korporasi penambahan modal via private placement (PMTHMETD) pada Februari.

Informasi saja, ESSA melakukan private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,56 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp1.025/saham.

Untuk itu, pasca pelaksanaan private placement, total jumlah saham ESSA sebanyak 17,22 miliar saham.

Dalam gelaran tersebut, Chander Vinod dan Boy Thohir sama-sama mengambil bagian masing-masing sebesar 783.044.350 saham PMTHMETD ESSA.

Adapun, seluruh dana yang diperoleh dari PMTHMETD akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham pada PT Panca Amara Utama (PAU).

Pemegang saham ESSA dalam jangka pendek akan terkena risiko dilusi kepemilikan saham maksimal sebesar 9,09% dari persentase kepemilikan sebelum pelaksanaan penambahan modal.

Pasca private placement, Chander Vinod menguasai 16,38% saham ESSA dari sebelumnya 13,02%, sedangkan Boy Thohir sebesar 6,40% (sebelum penjualan di atas) dari sebelumnya 2,04%.

Sementara, kepemilikan PT Trinugraha Akraya Sejahtera di ESSA terdilusi menjadi 21,00% dari sebelumnya 23,10%.

Asal tahu saja, Chander Vinod dan Boy Thohir adalah pemilik manfaat akhir ESSA.

Soal kinerja teranyar, ESSA melaporkan pendapatan tertinggi dalam sejarah perusahaan yaitu sebesar USD 731 juta atau melesat141% YoY & EBITDA sebesar USD 354 juta (naik 161% YoY) dalam laporan keuangan konsolidasian untuk Tahun 2022.

Dari pergerakan saham di bursa, saham ESSA anjlok 5,34% ke Rp975/saham pada Senin (6/3), pukul 11.08 WIB. Saham ini sudah turun 8,02% dalam sepekan, kendati masih menguat 6,56% sejak awal tahun (YtD).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*