Bos PPI: Pernyataan Hasto Pertebal Garis Tegas PDIP Jadi Oposisi di 2024

Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkit partainya yang pernah berada di luar pemerintahan menjadi oposisi selama 10 tahun. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai pernyataan Hasto itu mempertegas PDIP akan menjadi oposisi 2024.
Adi mulanya mengatakan DNA PDIP sejak awal memang sudah oposisi. Hal itu terlihat dari rekam jejak PDIP.

“DNA politik PDIP sejak awal memang oposisi. Kalau melihat rekam jejak, PDIP punya pengalaman panjang jadi oposan. Di rezim Orba PDI, saat itu belum PDIP, lantang menantang kekuasaan. Di zaman SBY 10 tahun partai moncong putih ini oposan. Justru ketika PDIP di luar kekuasaan taring politik dan momentum politiknya selalu ada,” kata Adi saat dihubungi, Kamis (15/2/2024).

Adi mengatakan pernyataan Hasto itu mempertegas sikap PDIP akan menjadi oposisi di pemerintahan bila tak menang pilpres. Adi menilai, dengan PDIP menjadi oposisi maka akan jadi penyeimbang politik.

“Pernyataan Hasto mempertebal garis tegas PDIP di 2024 oposisi. Bukan menjadi bagian pemerintah. Justru ini bagus sebagai upaya membangun perimbangan politik yang memadai. Termasuk memberikan pendidikan politik bagi rakyat bahwa oposisi juga terhormat,” ujarnya.

Adi juga bicara adanya tembok psikologis PDIP bergabung dengan Gerindra. Salah satunya karena Gibran yang merupakan cawapres Prabowo sekaligus anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berebrangan dengan PDIP.

“Selain itu, tembok psikologis PDIP gabung Prabowo faktor Gibran tentunya. Apapun judulnya, Gibran adalah replika politik Jokowi yang jelas memilih bersebrangan dengan PDIP,” jelasnya.

Hasto sebelumnya mengungkit PDIP menjadi partai di luar pemerintah atau oposisi selama 10 tahun. Hasto menilai sikap oposisi PDIP selama masa tersebut mendapat apresiasi.

“Ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan tahun 2004 dan 2009, kami banyak diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi. Bahkan, tugas di luar pemerintahan, suatu tugas yang patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri,” kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (15/2/2024).

Hasto menyinggung dugaan kecurangan Pemilu 2009 seperti manipulasi daftar pemilih tetap (DPT) hingga DPR membentuk hak angket serta pemilih di luar negeri yang tak bisa melaksanakan hak pilihnya karena faktor administratif.

“Kecurangan dari hulu ke hilir memang benar terjadi. Hanya saja kita berhadapan dengan dua hal. Pertama, pihak yang ingin menjadikan demokrasi ini sebagai kedaulatan rakyat tanpa intervensi manapun. Kemudian, pihak yang karena ambisi kekuasaan dan ini diawali dari rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.

Hasto mengatakan PDIP siap berjuang di luar pemerintahan lewat partai dan DPR. Hasto mengatakan berjuang sebagai oposisi merupakan tugas patriotik yang pernah dilakukan PDIP pasca-Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

“Karena apa pun yang terjadi dalam dinamika politik nasional kami punya kewajiban untuk menyampaikan apa yang terjadi kepada rakyat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*