Gaji Vs Harta Rafael, Masuk Akal Enggak Sih?

Mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun Trisambodo, yang merupakan tersangka kasus dugaan gratifikasi menggunakan rompi orange di tunjukkan KPK saat memberi keterangan pers, di Gedung KPK, Jakarta, Senin, (3/4). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

 Rafael Alun Trisambodo, bekas pejabat eselon III di Direktorat Jenderal Pajak, telah ditetapkan sebagai tersangka penerima gratifikasi perpajakan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga telah ditahan di Rumah Tahanan KPK.

Kasus itu menjerat pria berinisial RAT itu setelah masyarakat menguak total harta kekayaannya yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2021 senilai Rp 56,1 miliar.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang kemudian dihimpun melalui informasi dan data yang terverifikasi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dikutip dari keterangannya, Selasa (4/4/2023).

Masyarakat dan beberapa kalangan di pemerintahan menganggap harta kekayaan RAT tak sesuai dengan profilnya. Diantaranya yang menyampaikan ini adalah Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, dan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan.

Tercermin juga dari total nilai transaksi yang ada dalam rekeningnya sendiri ataupun pihak-pihak yang terkait dengannya. Pada periode 2019-2023 PPATK mencatat transaksi di 40 rekening yang terkait RAT mencapai Rp 500 miliar lebih.

Dari sisi pendapatan, seorang pegawai negeri sipil (PNS) seperti RAT telah ditetapkan negara gajinya dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas atas PP Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

Dalam aturan itu, gaji pokok PNS khusus untuk golongan IV atau pembina ditetapkan paling kecil Rp 3,04 juta dan paling besar Rp 5,90 juta, tergantung masa kerja golongan (MKG). Tapi, juga melekat tunjangan kinerja (tukin) dalam pendapatannya.

Khusus pegawai pajak, tunjangan kinerja juga telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2015. Tunjangan kinerja ini nominalnya berbeda-beda diantara pegawai, tergantung jabatan dan peringkat jabatannya.

Untuk peringkat jabatan tertinggi, seperti termuat dalam lampiran Perpres Nomor 37 Tahun 2015, adalah nomor 27 dengan jabatan pejabat struktural eselon I, tukin nya sebesar Rp 117,37 juta. Sedangkan terendah peringkat jabatan 4 dengan jabatan pelaksana sebesar Rp 5,36 juta.

Khusus untuk golongan jabatan seperti RAT, tunjangan kinerja yang dapat diterima setiap bulan untuk pejabat struktural eselon III peringkat jabatan 19 sebesar Rp 46,47 juta, peringkat jabatan 18 Rp 42,05 juta, dan peringkat jabatan 17 sebesar Rp 37,21 juta.

Koordinator Kelompok Hubungan Masyarakat PPATK Natsir Kongah juga pernah mengilustrasikan bagaimana total transaksi di rekening RAT tak sesuai dengan profilnya. Terutama dari sisi uang masuk disandingkan gaji sebagai PNS ditambah total tunjangan dan penerimaan lain.

“Kalau kita lihat terduga misalnya ya gaji pokok Rp 5 juta, tunjangan Rp 60 juta, Rp 70 juta, kemudian ada masukan yang sah lainnya dari mengajar atau apa sehingga profilnya itu katakan sebulan Rp 80 juta. Nah satu ketika mendapat aliran Rp 10 miliar, kan ini tidak wajar,” ucapnya dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (8/3/2023).

Kendati begitu, KPK juga telah mengungkapkan bahwa RAT diduga memiliki beberapa usaha yang salah satunya adalah PT Artha Mega Ekadhana (PT AME) yang bergerak di bidang jasa konsultasi terkait pembukuan dan perpajakan.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pihak yang menggunakan jasa PT AME adalah para wajib pajak yang diduga memiliki permasalahan pajak khususnya terkait kewajiban pelaporan pembukuan perpajakan pada negara melalui Direktorat Jenderal Pajak.

“Setiap kali wajib pajak mengalami kendala dan permasalahan dalam proses penyelesaian pajaknya, RAT diduga aktif merekomendasikan PT AME,” ungkap Firli.

Sebagai bukti permulaan awal, Tim Penyidik KPK telah menemukan adanya aliran uang gratifikasi yang diterima RAT sejumlah US$ 90.000 yang penerimaannya melalui PT AME dan saat ini pendalaman serta penelusuran terus dilakukan.

Tim Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di rumah RAT yang beralamat di Jl. Simprug Golf, Jakarta Selatan. Saat penggeledahan ditemukan barang mewah berupa dompet, ikat pinggang, jam tangan, 68 tas mewah berbagai merek, perhiasan, sepeda, serta uang.

“Di samping itu turut diamankan uang sejumlah sekitar Rp 32,2 miliar yang tersimpan dalam safe deposit box di salah satu bank dalam bentuk pecahan mata uang dolar Amerika, dolar Singapura, dan Euro,” tutur Firli.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*