Jika Terlambat Mengurus Pindah Memilih atau Tidak Terdaftar di DPT

Warga mencari nama mereka di daftar pemilih tetap saat simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 di Halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Pusat menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemilihan Suara (TPS). Simulasi ini digelar sehubungan akan dilaksanakannya masa tahapan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum (Pemilu) 2024. Dalam simulasi ini dilakukan berbagai adegan situasi yang kemungkinan terjadi saat masa pemungutan seperti pemilih dengan kebutuhan khusus atau kerusuhan saat pemilihan. Diketahui masa pemungutan dan penghitungan suara akan dilakukan pada 14 Februari 2024.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
17-01-2024

Warga mencari nama mereka di daftar pemilih tetap saat simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2024).

Di saat sebagian pemilih masih bingung menentukan pilihan, Renika justru kebingungan bagaimana cara agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024. Musababnya, karyawan swasta di Jakarta itu terdaftar sebagai pemilih di Banyumas, Jawa Tengah, dan ingin menggunakan hak pilihnya di Jakarta, tempatnya berdomisili sekarang. Namun, ia terlambat mengurus pindah memilih yang berakhir pada 15 Januari 2024.

Tak patah arang, ia mencari informasi di internet dan media sosial untuk tetap bisa menggunakan hak pilihnya di Jakarta. Dari penelusurannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih membuka layanan pindah memilih hingga 7 Januari. Namun, ia tak masuk dalam empat kriteria pemilih yang masih bisa mengurus pindah memilih hingga H-7 pemungutan suara.

Hanya pemilih dengan alasan bertugas di tempat lain, menjalani rawat inap atau mendampingi pasien rawat inap, tertimpa bencana, serta menjadi tahanan di rumah tahanan yang masih bisa mengajukan pindah memilih. Sementara bagi karyawan swasta seperti dirinya yang ingin mengajukan pindah memilih karena alasan pindah domisili, sudah tidak bisa dilayani lagi oleh KPU.

Meski demikian, Renika ingin tetap menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang. Ia akhirnya berencana mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) terdaftar. Meskipun ia harus merogoh kocek untuk biaya perjalanan ke kampung halaman.

”Setelah menonton debat cawapres semalam, saya jadi makin bersemangat untuk mencoblos meski harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya pulang ke kampung halaman dan mencoblos di TPS tempat saya terdaftar,” ujarnya, Senin (22/1/2024).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*