Kondisi Ekonomi Masih Menantang, BNI Buka Strategi 2024

Kondisi Ekonomi Masih Menantang, BNI Buka Strategi 2024

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah), Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (kedua dari kanan), Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini (kedua dari kiri), Direktur Risk Management BNI David Pirzada (kanan), dan Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir (kiri) dalam Press Conference Full Year 2023 BNI, Jumat (26/1/2023). Dok: BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memproyeksikan bisnis perbankan masih akan tumbuh positif seiring dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang solid. Kendati demikian, BNI memperkirakan kondisi ekonomi global masih belum menentu.

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini memperkirakan, permintaan kredit akan meningkat terutama di semester II tahun ini seiring dengan penyelenggaraan pemilu yang dapat mendongkrak sektor konsumer.

“Peningkatan gaji PNS https://kas138.fyi/  pertumbuhan kredit secara historis korelasi yang kuat dengan PDB. Untuk itu kami proyeksikan loan demand meningkat terutama semester II,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (26/1).

Novita mengungkapkan, BBNI memperkirakan tahun ini akan tumbuh sekkitar 7,6% secara tahunan (year on year/yoy).

“Dari sisi internal kami memiliki aspirasi tumbuh lebih baik tahun 2023 7,6% yoy nominal Rp 695 triliun, di tahun 2024 selain korporasi dan consumer kami melihat segmen UMKM juga secara total kami targetkan sekitar 9%-11% sejalan pertumbuhan kredit industri,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, BBNI juga akan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya giro dan tabungan yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan lebih baik dari tahun 2023.

“Kami proyeksikan akan lebih baik yang mana 2023 5,4% dengan CASA dijaga di atas 70%. Kami akan dorong transaction base CASA,” katanya.

BBNI juga optimis kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) akan membaik dibandingkan 2023 sebesar 1,4%, serta profitabilitas akan meningkat seiring dengan rasio permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang telah mencapai 22% per Desember 2023. Angka tersebut jauh di atas angka minimum 13,8%.

“Level ini memberikan kemampuan BNI memenuhi kebutuhan ekspansi bisnis serta dividen atraktif tanpa dampak negatif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*