NATO Kembali ke ‘Setelan Pabrik’ Gegara Putin, Ini Buktinya

FILE - Flags of NATO member countries flap in the wind outside NATO headquarters in Brussels, Feb. 22, 2022. As Western leaders congratulate themselves for their speedy and severe responses to Russia’s invasion of Ukraine, they’re also scratching their heads with uncertainty about what their actions will accomplish.  (AP Photo/Olivier Matthys, File)

Aliansi militer NATO terus melakukan perombakan besar-besaran dalam front Timurnya. Hal ini diakibatkan serangan Rusia ke Ukraina, yang memungkinkan suatu saat Moskow juga menyerang wilayah pakta pertahanan itu.

Di Estonia, sayap Timur NATO, sekutu berlatih di bawah bayang-bayang perang Rusia di Ukraina. Hal ini bertujuan https://cicakrowoh.shop/ untuk dapat meningkatkan kemampuan distribusi pasukan dan senjata dalam waktu cepat.

Lima belas bulan setelah perang Rusia melawan Ukraina, NATO juga sedang melakukan perombakan terbesar pada perencanaan pertahanan dalam satu generasi.

“Perubahan ini akan menggerakkan kita dari aliansi yang dioptimalkan untuk operasi kontingensi di luar area menjadi aliansi yang cocok untuk tujuan operasi skala besar guna mempertahankan setiap jengkal wilayah aliansi,” papar komandan tertinggi NATO di Eropa, Jenderal Christopher Cavoli, dikutip AFP, Selasa (23/5/2023).

Pada pertemuan puncak di Madrid tahun lalu, NATO juga telah kembali ke ‘setelan pabrik’ seperti waktu Perang Dingin. Ini berarti setiap serangan yang masuk dari Rusia ke wilayah negara NATO akan ditangkal di perbatasan saja.

“Yang jelas NATO membuat perubahan strategis. Pertahanan kolektif adalah tugas yang paling penting dan kita perlu menertibkan rumah kita,” kata Kristjan Mae, kepala Departemen Perencanaan Kebijakan di Kementerian Pertahanan Estonia.

Sejak Moskow meluncurkan serangan ke Ukraina pada Februari 2022, aliansi tersebut telah menambahkan ribuan pasukan lagi ke sisi Timurnya. Mereka telah mengerahkan empat ‘kelompok pertempuran’ multinasional lagi di Slovakia, Hungaria, Rumania, dan Bulgaria selain yang didirikan di Polandia dan Baltik.

Anggota NATO sekarang merencanakan bagaimana meningkatkan penempatan ke negara-negara Baltik dan Polandia menjadi seukuran brigade, yang berarti menambah ribuan pasukan lagi.

Untuk Estonia, Inggris akan memiliki pasukan siaga di pangkalan mereka yang siap bergegas ke negara itu untuk mendukung sekitar 1.000 tentara London dan Prancis yang sudah berada di lapangan.

“Itu adalah perubahan kunci – lapisan kemampuan tambahan pada waktunya untuk menjadi bagian dari kekuatan yang ada sebelum pecahnya konflik,” kata Brigadir Giles Harris, komandan pasukan NATO Inggris.

Sementara itu, aliansi itu berencana untuk memiliki 300.000 pasukan yang siap dikerahkan dalam 30 hari dan akan mengadakan konferensi pada akhir Juni untuk mengerahkan personel. Mereka juga akan mencoba untuk mengintegrasikan Finlandia, anggota terbaru NATO, agar dapat sinkron dengan perencanaan sebelumnya.

Namun, hal ini memerlukan pencapaian target pendanaan hingga 2% PDB nasional negara anggota. Estonia, yang tidak pernah berhenti memandang Rusia sebagai ancaman eksistensial, ingin sekutunya berkomitmen membelanjakan 2,5% dari PDB untuk pertahanan.

“Jika negara membutuhkan lebih banyak waktu, atau negara memiliki lebih sedikit uang, atau ada banyak hal yang terjadi di sepanjang jalan, maka itu akan berdampak pada pencapaian situasi ideal itu,” kata Laksamana Rob Bauer, ketua komite militer NATO.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*