Ukraina: Kekuatan Tentara Rusia Cuma ‘Mitos’, Ini Buktinya

Warga negara Rusia yang direkrut selama mobilisasi parsial terlihat dikirim untuk memerangi area koordinasi setelah panggilan militer untuk perang Rusia-Ukraina di Moskow, Rusia pada 10 Oktober 2022. (Anadolu Agency via Getty Images)

Tentara Rusia dilaporkan makin melemah dalam operasi militernya di Ukraina. Moskow disebut mengalami kekurangan personel militer, hingga berhembus isu negara yang dipimpin Vladimir Putin itu akan membuat warga di Semenanjung Krimea menjadi sasaran wajib militer.

Wakil Ketua Platform Krimea (Crimea Platform/CP) sekaligus anggota parlemen Ukraina, Vadym Halaychuk, menyebut perang yang dilakukan Rusia tidak mencapai tujuannya karena propaganda yang mereka lakukan sendiri.

“Rusia tidak mampu merebut Ukraina dalam beberapa minggu di ibu kota dalam beberapa hari seperti yang mereka janjikan, sehingga mereka dengan cepat harus mundur. Mereka harus menyerahkan wilayah yang mulai mereka kuasai setelah invasi,” katanya kepada¬†CNBC Indonesia¬†di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

“Sekarang, kita melihat bahwa pasukan Rusia telah ada selama lebih dari setahun. Mereka hanya berani berkelahi di sekitar kota-kota kecil di timur Ukraina, di wilayah terdekat tempat mereka hadir selama sembilan tahun terakhir.”

Halaychuk kemudian menyebut sebutan Rusia sebagai tentara terbesar dan terkuat kedua di dunia terbukti palsu.

“Kami sangat berharap ini juga akan membuat komunitas internasional memahami bahwa Rusia telah melakukan banyak (yang merugikan), baik untuk rakyatnya sendiri maupun untuk masyarakat internasional,” tambahnya.

Sebelumnya, dilaporkan jumlah korban yang diderita oleh pasukan Rusia selama perang di Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, menurut angka terbaru yang dirilis oleh Kyiv.

Pada Selasa (28/2/2023), Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan dalam pembaruannya bahwa sebanyak 550 tentara Rusia telah tewas dalam 24 jam sebelumnya.

Ini menjadikan jumlah kematian Rusia di Kyiv dalam invasi Ukraina sejak dimulainya perang menjadi 149.240. Statistik yang diberikan oleh Ukraina menunjukkan bahwa sepertiga dari kerugian Rusia terjadi hanya dalam dua bulan terakhir.

Tonggak kematian 100.000 tentara Rusia menurut Kyiv muncul pada 21 Desember 2022. Dalam 69 hari berikutnya, Ukraina telah menghitung kematian pasukan Moskow menjadi 48.440 orang sejauh ini.

Adapun, jumlah total korban jiwa yang diderita oleh pasukan Rusia di Ukraina sulit untuk dinilai, dan Moskow belum memperbarui jumlah resminya dari September 2022 yang jumlah korban hanya di bawah 6.000.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*